Semiotika Laba Akuntansi: Studi Kritikal-Posmodernis Derridean

Akhmad Riduwan, Iwan Triyuwono, Gugus Irianto, Unti Ludigdo

Penelitian ini bertujuan (a) memahami penafsiran laba akuntansi oleh akuntan dan non-akuntan; serta (b) melakukan pencarian makna (semiotika) secara dekonstruktif atas teks yang berkaitan dengan penafsiran laba akuntansi oleh para informan. Penelitian dilakukan berdasarkan pendekatan kritikal-posmodern berbasis filsafat Jacques Derrida. Dengan berbasis pada filsafat Jacques Derrida, kajian semiotika dekonstruktif mengungkap realitas bahwa (a) laba akuntansi adalah jejak, baik jejak sebagai ‘‘sejarah teks ” maupun jejak sebagai pengalaman dan kepentingan penafsir; (b) tidak ada realitas di luar teks laba akuntansi karena makna laba akuntansi bersifat intertekstual, laba akuntansi hanya hasil dari simulasi, dan makna laba akuntansi tidak melampaui kepentingan dan pengalaman penafsir; (c) laba akuntansi adalah metafisika kehadiran, dalam arti ada dan hadir melalui proses mengada, representasi dari realitas yang ada dari adaan-adaan, sehingga laba akuntansi adalah ilusi yang bermuara pada reifikasi; (d) laba akuntansi adalah produk logosentrisme, yaitu logika atau rasio sebagai pusat kebenaran, sehingga idealisme akuntansi dalam penetapan laba lebih mengemuka daripada pragmatisme.

Kata kunci: laba akuntansi, kritikal-posmodern, semiotika-dekonstruktif, logosentrisme, idealisme

Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia (JAKI)
Vol. 7. No. 1. Juni 2010 Hal. 38 – 60
ISSN: 1829-8494 (Print) and ISSN:          (Online)
(Download) (Go To Link Journal)

Comments are closed.