Pasar Modal Syariah: Konsep Umum

B. Sumber Pendanaan

Sumber Pendanaan

Pasar Modal memiliki dua peran penting, yaitu sebagai sumber pendanaan bagi perusahaan yang membutuhkan dana untuk p

engembangan usahanya dan sebagai sarana investasi bagi para pemodal yang memiliki kelebihan dana. Baik sebagai sumber pendanaan, maupun sarana investasi, Pasar Modal menyediakan produk- produk yang berbasis konvensional dan berbasis syariah.

Sumber pendanaan suatu perusahaan dapat diperoleh dari internal dan eksternal. Dari internal bersumber pada laba yang diperoleh perusahaan dari kegiatan usahanya. Selain itu, dapat pula diperoleh dari pinjaman pemegang saham (pemilik perusahaan). Pinjaman ini dapat berbasis konvensional (bunga) atau berbasis syariah yang meninggalkan unsur bunga (riba). Untuk memperoleh pendanaan dari eksternal, perusahaan dapat memperoleh dana dari utang (debt), baik jangka panjang, maupun jangka pendek, serta dari setoran modal (equity).

Utang jangka pendek dapat diperoleh dari pasar uang, yaitu sektor Perbankan, baik yang konvensional, maupun yang berbasis syariah. Sumber pendanaan dari utang jangka panjang dan ekuitas dapat diperoleh dari Pasar Modal melalui Penawaran Umum.

Di Pasar Modal, perusahaan dapat melakukan Penawaran Umum Obligasi (utang jangka panjang) atau Penawaran Umum Saham (ekuitas). Penerbitan Obligasi dapat dilakukan dengan berlandaskan pada basis konvensional, yaitu menerbitkan Obligasi yang menggunakan sistem bunga (riba) atau dengan berbasis syariah, yaitu menerbitkan Obligasi Syariah atau yang dikenal dengan istilah Sukuk. Karakteristik dari Efek Obligasi, baik yang berbasis konvensional, maupun syariah adalah adanya jatuh tempo sehingga pada saat jatuh tempo, penerbitnya (Emiten) harus mengembalikan dana kepada pemegang Efek tersebut.

Sumber Pendanaan

Selain sebagai sarana sumber pendanaan bagi perusahaan, Pasar Modal memiliki peran sebagai sarana investasi bagi masyarakat yang memiliki kelebihan dana. Masyarakat atau Investor dapat menginvestasikan dananya pada produk Pasar Modal berupa Saham, Obligasi, Efek Beragun Aset, Reksa Dana, dan Efek lainnya. Pilihan produk investasi tersebut dapat berbasis konvensional, maupun berbasis syariah.

Pages: 1 2 3 4

Comments are closed.