Menggeser Paradigma Stock Concept Menuju Flow Concept: Kritik atas Netrevenue Sharing pada Akuntansi Mudharabah

Virginia Nur Rahmanti, Aji Dedi Mulawarman dan Ari Kamayanti

….Dari analisis kedua sistem bagi hasil di atas, sesungguhnya permasalahan yang muncul terletak pada sistem bagi hasil NRS. NRS memiliki tiga kesalahan ketidakadilan fundamental. Pertama, dengan basis NRS entah bisnis yang dikelola mudharib mengalami keuntungan atau kerugian, shohibul maal tidak menanggung beban operasional sedikitpun karena nisbah yang digunakan berdasarkan pada laba kotor, yaitu selisih antara revenue dengan harga pokok penjualan (HPP). Lebih serakah lagi, menelaah dari hasil wawancara dengan customer service salah satu bank syariah, Ibu Mita, mengungkapkan bahwa nisbah bagi hasil antara bank (sebagai mudharib) dengan shohibul maal (nasabah) sebesar 75% (bank); 25% (nasabah) atas tabungan dengan akad mudharabah. Prosentase nisbah ini senada dengan pernyataan yang diungkapkan Bapak Nur pada ulasan bagian sebelumnya. Kembali melihat peran bank yang hanya bertindak layaknya makelar yang tidak menanggung kerugian, ternyata keuntungan yang diperoleh justru semakin besar daripada nasabah yang harus menanggung hilangnya modal jika bisnis yang dikelola shohibul maal mengalami kerugian. Dengan demikian, melalui akad transaksi mudharabah berarti semakin mengayakan bank sementara mudharib semakin merugi karena tergilas oleh strategi sistem bagi hasil yang diterapkan bank syariah.

Silaturahmi Nasional 3 Forum Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam
Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS)
26 November 203
(Download)

Comments are closed.